-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Perjalanan dan pengalaman kami berwisata ke Kawah Ijen

Post a Comment
pengalaman ke kawah ijen

ilmupedia.Net-Perjalanan ke kawah ijen merupakan pertama kalinya saya mendaki gunung, dengan merasa kelelahan dan persiapan yang tidak memadai, awal mendaki kekawah ijen kami tidak mengetahui waktu dan tips untuk berkunjung ke kawah ijen, kami melakukan perjalanan karena hanya ingin tau seperti apa pesonan kawah ijen yang banyak dibicarakan orang.

Pengalaman kekawah ijen mengawali awal pendakianku mendaki gunung, memang pendakian kawah Ijen tidak begitu rumit gunung Semeru yang  terkenal dengan film 5cm-nya, perjalanan ke kawah ijen yang begitu dingin serta persiapan yang salah mengakibatkan salah satu dari rombongan kami tidak sampai pada titik kawah, mereka memilih menunggu dibawah sembari menunggu kami  turun dan sebagian rombongan yang melanjutkan pendakian.

Perjalanan dimulai pada pukul 12:00 malam dini hari, yang mana lokasi kami berada di kabupaten Jember dengan melakukan perjalanan tengah malam menggunakan mobil, dengan 8 orang penumpang, 4 cewek dan 4 cowok, memang perjalanan yang kami mulai ini sebuah pengalaman yang pertama kalinya, kami melupakan tips bagi pemula ke kawah ijen.

Sekitar 1 jam perjalanan kami sudah sampai di kota Banyuwangi dengan keterbatasan pengetahuan jalur menuju ijen akhirnya kami dibawa tersesat oleh Google Maps, memang sih jalur yang kami lewati pada awalnya mempunyai jalan tembus pada jalur utama, namun kerana di jalur tersebut ada perbaikan jalan maka kami harus putar balik yang mengakibatkan perjalanan kami telat menuju kawah ijen.

Akhirnya kami sampai di gunung Ijen pada jam 3 mendekati shubuh hari, tapi apa daya sudah terlanjur sampai maka pendakian harus dimulai dengan sebuah keterlabatan, jadwal pendakian yang sebenarnya pada jam 01 dini hari untuk menikmati indahnya blue fire yang  terkenal sejak dulu, dengan memulai pendakian pada jam 03 lebih maka kami menikmati terbitnya matahari bukan lagi blue fire yang kami cari.

Cuaca dingin kawah ijen 

Dengan memakai sandal jepit maka kakiku serasa tidak kuat melangkah untuk selanjutnya, serasa terbang dan mengambang kakiku melangkah, dengan keterbatasan pelindung dari dinginya cuaca gunung ijen, kami mendaki sambil istirahat untuk menghangatkan tubuh yang mulai kedinginan.

Selama pendakian yang diharapkan hanya cepat sampai pada warung makan yang katanya ada ditengah jalur pendakian, dengan harapan itu ternyata setengah dari rombongan kami tiba-tiba hilang tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga kami mencari informasinya lewat telepon genggam yang kami bawa dengan keterbatasan sinyal, sesekali ada sinyal kami langsung menghubungi mereka, kata seorang teman kami ternyata setengah dari rombongan kami memutuskan turun karena tidak kuatnya menahan dingin dan lelahnya pendakian.

Sesampainya di warung tersebut kami berhenti sejenak untuk menghangatkan badan sambil menikmati hangatnya mie instan, sambil menunggu masaknya mie instan aku mendekat pada tungku api yang ada didapur warung tersebut, dengan ditambahi obrolan yang menemani istirahat kami.

perjalanan kawah ijen

Sunrise di kawah ijen

Keterlabatan kami menikmati blue fire tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan, kami tetap bersemangat medaki sampai akhirnya sampai pada titik kawah ijen, kami sampai pada jam 5 pagi sehingga sinar mentari pagi mulai mengintip dari celah gunung Ijen.

Seperti yang diinfokan, blue fire tidak dapat terlihat jika matahari mulai terbit, sinar blue fire tidak kelihatan dengan terpaan sinar mentari pagi yang menghangatkan jiwa, kami menyambut sunrise dengan foto selvi yang saat itu sedang viral di sosial media, setelah itu kami melanjutkan pada titik paling tinggi kawah Ijen.

Perjalanan kami begitu indah untuk dikenang, memang sumua perjalanan dapat dikenang dengan ciri khas dan katagori tertentu, untuk mengabadikan perjalanan kami, maka aku abadikan dalam blog ini sebagai bukti bahwa aku pernah mengalami pendakian kawah ijen dengan persiapan yang terbatas.

Pemandangan kawah ijen dengan pesona yang mendunia

Mengapa para wisatawan berminat mengunjungi kawah ijen, ? mungkin sebagian orang terdekat dengan kawah ijen tidak banyak tau dengan pesonanya yang mendunia, hal tersebut dapat dibuktikan dengan wira-wiranya turis asing yang mengunjungi kawah ijen, pesona yang diberikan kawah ijen tidak dapat dilupakan sehingga banyak wisatawan asing yang berlomba mendatangi kawah ijen.

Selama perjalanan kami sering perpapasan dengan turis asing yang sesekali mendengar bahasa yang mereka pakai, aku tidak begitu mahir untuk berbahasa asing, hanya dari kedengarannya saja bahasa tersebut merupakan bahasa inggris, namun dengan mahirnya penduduk dan para penambang blerang berbincang dengan turis asing menggunakan bahasa inggris, tentu hal tersebut sebuah nilai plus bagi penduduk lokal, belum tentu yang belajar sejak kecil dapat dengan lancarnya berbahasa inggris.

Cantiknya kawah ijen berhasil menarik wisatawan dunia datang berbondong-bondong kekawah ijen, sungguh sebuah prestasi yang patut dibanggakan untuk kabupaten setempat dan terdekat.

pengalaman ke kawah ijen

Lalu bagaimana cara untuk mencapai blue fire kawah ijen

Blue fire yang banyak dibicarakan orang memang tujuan utama bila kamu berkunjung ke kawah ijen, untuk mencapainya kamu tinggal menuruni anak tangga yang sudah tersedia, banyak orang dan foto grafer menunggu momen ini sebagai bahan potretan mereka.

ingat menuruni dan melihat didekat blue fire sangat berbahaya selain bau blerang yang terbawa angin kamu sudah mendekati bibir kawah, untuk mengetahui caranya baca panduan lengkap sebelum berkunjung ke kawah ijen, dengan melakukan persiapan maka kamu akan merasa nyaman dalam pendakian dan finalisasi dari berwisata kekawah ijen.

Itulah sepenggal pengalaman perjalanan kami berwisata ke kawah ijen, sungguh persiapan dan kondisi tempat jauh dari analisa kami, bagi kamu yang berniat mengunjungi kawah ijen dipersiapkan sedini mungkin di mulai dari kesehatan tubuh serta kebutuhan lainya.




Rofik86
Seorang yang berpegang teguh pada komitmen dan tentunya sangat setia pada seorang wanita

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
close