Jodohmu cerminan pribadimu serta pelengkap hidupmu

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Jodohmu cerminan pribadimu serta pelengkap hidupmu

,
jodohmu cerminan dirimu
Triprofik.com-Banyak pemuda yang masih belum menikah berpikiran, seperti siapa sih jodohku apa sekarang lagi bertemu dengan orang yang salah lalu kemudian akan bertemu denganku.

begitulah petikan tentang jodoh disaat para muda mudi di landa kegalauan. sebenarnya jodoh adalah cerminan diri sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an: 

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya; Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS. An-Nur; 26)

Jodoh akan mempunyai sebuah kesamaan yang hampir bisa disimpulkan kesamaan tersebut 80% ada pada diri masing masing suami istri, semakin kuat kesamaan tersebut maka hubungan akan semakin erat dan tahan banting, tidak akan goyah di bentur angin yang sedang lewat.

kata Quraish Shihab  Paling tidak kesamaan tersebut ada empat.


Pertama, keduanya harus merasa sama-sama hidup. Hidup itu ditandai dengan tiga hal; tahu, gerak dan rasa. Keempat hal ini harus sama-sama dimiliki pasangan.

“Sehingga yang berpasangan harus sama-sama tahu jangan saling menyembunyikan sesuatu. Sama-sama bergerak jangan satu kiri satu kanan. Sama-sama punya perasaan sehingga sama-sama cinta,” ungkap cendekiawan Islam tersebut.

Dalam empat yang sama-sama ini juga ada unsur saling melengkapinya, lanjut Quraish Shihab. Contoh, keduanya sama-sama tahu tapi istrinya lebih pandai dari pada suaminya maka dia lengkapi suaminya dalam hal pengetahuan seperti dalam merawat anak. Lalu gerak juga begitu, jika suaminya tidak bisa bergerak dengan kuat seperti dulu kala, istri membantu.

“Seperti abi tidak bisa bergerak sekuat dulu, lalu dibantu istri agar sama-sama bisa bergerak,” ungkap Guru Besar Ilmu Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, itu.

perbedaan dalam sebuah hubungan suami istri akan melahirkan keharmonisan jika keduanya saling mengambil celah dalam mengisi kekurangan masing-masing, seperti suami pintar ngaji, lalu si istri hanya sekedar tau, maka si suami mengambil atau mengeisi kekurangan istri dengan mengajarkannya ngaji, dengan begitu lengkaplah kehidupan dan akan terasa sempurna, begitu juga sebaliknya.

Mari kita tidak usah jauh jauh dalam mengambil contoh, biasanya bagi pemuda suka menonton film percintaan nih, ayok kita ambil contoh dari pasangan yang jadi aktor dalam film tersebut.

Bagaimana akan beroleh suami sekualitas Fahri, bila diri tak sebobot Aisha?

Bagaimana akan beroleh istri sekualitas Sulistina, bila diri tak sekelas Bung Tomo?

Bagaimana akan beroleh istri sebaik Zainatun Nahar, bila diri tak sekualitas Kiyai Agus Salim?

Bagaimana akan beroleh istri sekualitas Siti Raham, bila diri tak sebaik Buya Hamka?

Bagaimana akan beroleh istri semantap Putri Nurnahar, bila diri tak sebaik M. Natsir?

Bagaimana akan beroleh istri setangguh Suharsikin, bila diri tak sekualitas HOS Tjokroamonoto?

Bagaimana akan beroleh istri sekelas Hajar, bila diri tak setegar Ibrahim?

Bagaimana akan beroleh istri selayak Rasya Rantisi, bila diri tak setangguh Abdul Aziz Rantisi?

Bagaimana akan beroleh suami semacam Abdullah Azzam, bila diri tak seikhlas Ummu Muhammad?

Bagaiana akan beroleh suami sekualitas Suraih al-Qadhi, bila diri tak semantap Zainab binti Hadhir?

Bagaimana akan beroleh suami segagah Teuku Umar, bila diri tak setegar Cut Nyak Dien?

Bagaimana akan beroleh suami sebaik Yusuf, bila tak menginsafi diri seperti Zulaikha?

Bagaimana akan beroleh suami seunggul Sulaiman, bila diri tak sehebat Bilqis?

itulah sebuah contoh jodoh yang telah kita sematkan dalam artikel ini, cobalah bandingkan dan cerminkan dari masing masing pasangan yang telah kita ketahui, pastinya tidak akan jauh beda dengan diri kita sendiri

Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler