Masa kecil dulu bermain dirumah pohon buatan sendiri

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Masa kecil dulu bermain dirumah pohon buatan sendiri

,

Triprofik.com Masa kecil dulu, aku dan teman-temanku selalu ada cara buat menghibur diri, dengan tidak adanya alat canggih seperti hp ataupun komputer yang masih jarang kita temuai di penduduk desa, maka suasana itu sangat mendukung kami membuat rumah pohon untuk tempat tinggal bermain, dan anehnya rumah pohon buatan kami tidak di lengkapi dengan paku, hanya mengandalkan batang pohon yang kuat menyangga rumah pohon buatan kami.

Menjelajah keberbagai tempat seperti bukit atau persawahan merupakan aktivitas kami yang lahir ditahun 90 an, sehingga aktivitas tersebut kini menjadi ingatan kami, indahnya pada masa itu tidak akan mengalahkan permainan yang ada pada saat ini, bagaikan di film Tarzan, kami hidup bersahabat baik dengan alam.

Sepulang sekolah tanpa media sosial tanpa komunikasi lewat headphone pun kami akan bertemu dan berkumpul, entah apa yang menjadi rencana pada saat itu, semua aktivitas mengalir dengan sendirinya, suasana serta tempat yang ada merupakan sebuah dukungan bagi kami untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Rumah Pohon yang aku buat bersama teman-teman
Di depan rumahku ada sebuah pohon mangga yang begitu cocok jika dibuat sebuah rumah yang ada diatas pohon, jarak pohon mangga tersebut cukup jauh, sekitar 10 meter dari teras rumah, hal ini akan terasa nyaman untuk dibikin sebuah perkumpulan bersama teman-teman, kerena suara candaan kami tidak akan terdengar oleh orang tuaku yang mungkin ingin beristirahat pada siang harinya.

Kebetulan pohon mangga tersebut memiliki sebuah tinggkatan yang sangat mendukung jika dibangun rumah pohon, dengan dua tingkat, oleh sebab itu rumah pohon yang kami bangun mempunyai dua tingkatan, namun yang pertama tidak begitu besar, hanya saja lebih aman dari terpaan angin, dan yang kedua ruangannya lebih besar serta mudahnya angin meniup dari sela-sela candela.

Bahan yang kami gunakan adalah sebuah kayu yang kami dapat dari atas bukit milik mbahku, dengan potongan paling besar kami jadikan penyangga yang paling utama, agar rumah pohon kami tetap kokoh diterpa angin.

Rumah pohon kami sudah jadi
Di pojok rumah terdapatlah sebuah rumah pohon sederhana buatan kami tanpa mengandalkan tukang kayu untuk membuatnya, alas sederhana, serta penyangga kayu yang tidak begitu bagus, namun jangan diragukan kekuatan dan kekokohannya.

Pulang sekolah kami berkumpul dirumah pohon tersebut bermain dan bercanda mengisi waktu luang, masa kecil kami begitu sederhana dan penuh dengan kegembiraan tersendiri, tanpa alat komunikasi canggih, kami dipertemukan saat pulang sekolah, suasana siang hari memang begitu menyengat, semua itu tidak menyurutkan kami untuk melakukan aktivitas menjelajah.



Seperti biasa di saat bosan mulai menghampiri kami, maka salah satu dari teman kami mempunyai rencana untuk pergi mencari tempat bermain, yah salah satunya mandi disungai.

Itulah suasana waktu kecil kami, apakah kamu juga merasakanya ?


Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler