Berburu Klampok buat peluru tembakan mainan jaman dulu

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Berburu Klampok buat peluru tembakan mainan jaman dulu

,

Triprofik Masa kecilku memang sangat indah yang tak dapat ditemukan oleh anak jaman sekarang, pada tahun 2000 an aku mejalani masa antara umur 6 tahun sampai lulus SD pada tahun 2007 pada jaman itu mainan yang di aplikasikan oleh teman sebayaku adalah bermain tembakan dengan cara berperang antar kubu selatan dan kubu utara, sehingga menghasilkan permianan yang seru layaknya film-film aksi yang ada pada jaman itu, seperti Rambo yang memang sering muncul dilayar kaca anak jaman dulu.

Perjalanan mulai dilakukan pada saat pulang sekolah, semua teman sebayaku berkumpul untuk mencari buah klampok sebagai peluru mainan kami, sekitar 11 orang atau lebih kami mencari dari suatu bukit kebukit yang lain, sehingga tercipta sebutan anak petualang jika ada di jaman sekarang.


Pencarian buah klampok memang mudah namun sulit untuk menemukannya, sebab teman yang menjadi musuh dalam permianan juga mencarinya ketempat yang sama, kadang kelompok kami sudah keduluan, sehingga dengan terpaksa kami mencari ketempat lainnya.

Layaknya survival seperti tentara yang ditugaskan dihutan, kami tak jauh beda dengan itu, tindakan kami begitu hebat dibanding masa jaman sekarang dengan hadirnya teknologi yang menghapus permainan jaman dulu.

kelompok kami menyusuri sungai dan bukit untuk mendapatakan buah klampok tersebut sehingga pada akhirnya kami menemukannya, namun harus memanjatnya terlebih dahulu, semua temanku yang suka memanjat juga tak dapat dipungkiri sudah mencapai puncak pohon di titik paling tinggi, memang bahaya sih bagi anak seumuran kami, seandainya waktu itu orang tua kami tau pastinya di marahi dan tidak diperbolehkan.

Namun itulah kesenangan kami dimasa itu, kami begitu riangnya mencari permainan yang dapat membuat kami bahagia, hingga sekarangpun permainan tersebut sudah musnah dimakan zaman.


Ular bersembunyi dibalik dedauanan

Sebagian menunggu dibawah untuk mengumpulkan buah klampok yang jatuh, namun disela perbincangan kami, ada satu anak yang mengatakan begini" ini pohonnya penuh dengan dedaunan, terus gimana kalau nanti anda ularnya" namun salah satu dari temanku agak membentaknya " jangan bicara seperti itu, nanti ada beneran"

Sejenak temanku yang mengucapkan itu diam dan mulai sadar akan hal itu, dan tak lama setelah itu, aku mencoba mengambil buah kelampok yang ada di ranting paling bawah dan penuh dengan dedaunan yang rimbun, dan setelah aku membongkar rimbunan daun tersebut tak diduga ada ular yang sedang tidur, akupun berteriak ada ular di bawah" teman ku yang ada diatas pohon serontak turun sedikit dan melompat dari ketingian.

akupun juga kabur menjauh dari tempat itu, namun tak lama kemudian ular itu bisa dimusnahkan oleh teman-temanku, dan kami tidak meneruskan pencarian, hanya mendapat sedikit namun cukump untuk amunisi hari itu.

Kami pulang untuk melanjutkan permainan pada saat itu, kami mencoba menghubungi rekan yang merupakan kelompok musuh dari kelompok kami, dan akhirnya meletuslah peperangan pada saat itu, kamu berperang layaknya yang ada di film perang pada jaman itu.


Berlari dikejar musuh hingga tertembak bertubi-tubi, sampai temanku menyamar menggunakan baju perang yang digunakan salah satu musuh kami dan menyelinap dalam kelompok musuh, sejenak musuh kami biasa saja tidak menyangka kalau itu merupakan bagian kelompok kami yang menyamar dengan baju yang hampir sama.

lucunya tantik perang pada saat itu sehingga menghasilkan permainan yang begitu seru dan asyik, tak dapat dipungkiri lagi anak jaman sekarang tidak akan tahun menahu tentang serunya permainan saat itu.

Dengan terbenamnya matahari maka permainan kami sudah dinyatakan usai, satu-persatu dari teman kami mulai pulang kerumahnya masing-masing, semua kembali dan menghadap sang ilahi.
Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler