-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Kejadian Aneh! Tak Dapat Di Lupakan Oleh Ingatan

Post a Comment
Gambar oleh Christine Engelhardt dari Pixabay
Bulan puasa mengingatkanku pada kejadian 2013  silam, yang mana di hari itu penuh dengan kesialan, mungkin suatu pengalaman yang dapat di jadikan pelajaran terbaik, sejatinya pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup ini.

waktu itu kami pergi belanja  kula'an barang  mengendarai mobil  dengan seorang temanku sendiri, sekitar jam 9 pagi OTW di mulai, selang setengah jam kemudian kamipun sampai dengan selamat.

Namun setelah kami melangkah tak jauh dari parkir mobil  temanku kaget kalau kunci mobilnya ketinggalan di dalam mobil, yang jadi masalah pintu mobilnya sudah terkunci dari luar.


Masa panik, pikiran ngerundel gak karuan, pikiran kacau, bercampur jadi satu apalagi sambil berpuasa, pokoknya hari itu penuh dengan kesialan.

Segala usaha kami lakukan, mulai dari memasukkan tali dari celah kaca mobil, untungnya pintu yang aku tutup kacanya tidak terlalu rapat sehingga masih ada celah sedikit untuk memasukkan barang kecil seperti tali , kawat dan semacamnya.

namun usaha ini belum berhasil sehingga waktupun terbuang begitu saja,  pikiran panik masih tetap saja menghantui, ada yang memberi saran untuk memanggil ahli kunci terdekat, namun temanku sedang fokus, sehingga menghiraukan saran orang di sekitar.
di atas Mall Matahari jember

begitu juga denganku yang sibuk kesana-kemari,  tidak tau cara untuk menangani hal seperti ini.

beberapa menit dari usaha itu kami lakukan, muncullah ide baru, entah itu dari saran orang sekitar atau muncul di otak sendiri, akupun sudah lupa, yang terpenting pintu mobil bisa cepat terbuka.

akhirnya kami beli kawat kecil yang dapat di lekukkan dan mengaitkan kunci mobil di dalam atau dengan mencantol kunci yang sudah ada di anak pintu tersebut.

Disertai usaha yang lebih maximal lagi, pintu mobilpun dapat terbuka juga, akhirnya pikiran kamipun lega dan sangat bahagia bisa keluar dari masalah ini, kami yang masih pemula dengan hal seperti ini membuat panik dan pusing, apalagi temanku yang satu ini masih pertama kalinya belanja ke luar kota. parahnya lagi mobilnya bukan punya sendiri.😃😃😃😃


Kamipun melanjutakan tugas belanja, sekitaran beberapa jam kamipun selesai dan beranjak pulang, waktu itu sekitar jam 4 sore dan kami masih belum sholat ashar, jadi kami agak terburu-buru.

di jalanan temanku agak berbahaya menyeitir mobilnya yang mana dia masih belum menguasai membawa mobil, namun aku selalu peringati dia supaya hati-hati dan pelan membawanya.


kami melewati jalur luar kota  supaya lebih sepi dan tidak  terlalu cepat, namun suatu hal terjadi lagi, temanku menyerempet pengendara sepeda motor, semua orang yang melihat menjerit, aku sendiri tidak begitu jelas kejadian itu.

namun temanku mempercepat laju mobil entah mau kabur atau bukan ,saya tidak tau, namun meskipun mau kabur di depan ada acara balap liar yang mana banyak penonton dan pemuda.

Akhirnya kami di STOP dan turun dengan rasa takut serta raut wajah yang tegang. namun keanehan terjadi di saat kami turun dari mobil, kami di sangka seorang Kiai, mungkin penampilan kami yang layaknya seorang Kiai.


orang yang menyambut kami dengan sikap sopan dan santun, dalam hati ini merasa bersalah besar, padahal kami menyerempet orang pengendara sepeda motor,namun masih di berlakukan dengan baik serta sapaan yang santun.
Turun dari MAL Matahari

setelah itu kami di pertemukan dengan pengendara tersebut dan meminta maaf, karena si pengendara sudah tidak bisa lagi menyetir , diapun di bawa oleh temannya sendiri dan kami mengantarkan korban yang di boncengnya, entah itu pacarnya atau tunangannya kami tidak tau, yang pastinya orang itu bukan suami istri,serta mebawa anak kecil, bisa di bilang adiknya si cewek tersebut. .

Dalam perjalanan kerumah korban. Azan Magribpun berkumandang sehingga kami belum sempat berbuka puasa.

masih beruntung  keluarga korban menyambut kami dengan baik. bahkan kami masih di tawarkan berbuka puasa di sana, namun kami menolaknya, sebab kami merasa tidak nyaman dengan keluarga korban, akan tetapi teman kami  sebagai sopir menjulurkan sejumlah uang sebagai tanda permintaan maaf. wal hasil masalah itu menjadi tuntas di hari itu .

kami melanjutkan pulang, kebetulan  sekitar jarak satu jam jika perjalanan normal,  waktu itu kami masih belum sholat dan juga perut masih kosong belum berbuka puasa.

Setelah Sholat Magrib dan Ashar . Kami berhenti di sebuah warung makan pinggir jalan. lumayan masih bisa nambah porsi, soalnya lapar banget.


Makanan sudah siap di depan mata, langsung berkumandang AZAN Isyak,  jadi buka puasa kami tepat dengan Azan Isyak.

dengan lahap dan cepat habis tuh nasi, selain kami sudah lapar dari pagi masih di timpali beberapa masalah di tengah perjalanan.

memang hari itu penuh dengan kejadian dan pengalaman yang dapat di jadikan pembelajaran bagi kami, supaya lebih hati-hati lagi dalam melangkah, apalagi masih belum pernah terjun kedunia yang demikian.

sekian pengalaman ini semoga dapat di jadikan sebuah hikmah di balik semua kejadian.


Rofik86
Seorang yang berpegang teguh pada komitmen dan tentunya sangat setia pada seorang wanita

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
close