-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Makalah Keterampilan Perilaku Etis Konselor

Post a Comment


KETERAMPILAN DASAR KONSELOR



(KETERAMPILAN ANTAR PRIBADI, INTERVEKASI, INTEGRASI)



(Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Konseling yang diampu langsung oleh Yevin Fitri Kuspar Indah,M.Pd)







Makalah





Disusun oleh:



Avitazida



M. Riko



Reni Lestari



PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM



INSTITUT AGAMA ISLAM AL-FALAH ASSUNIYAH



 (INAIFAS) KENCONG-JEMBER



OKTOBER,2018































DAFTAR ISI











KATA PENGANTAR ..............................................................................  i



DAFTAR ISI ............................................................................................  ii



BAB I ( PENDAHULUAN ) ..................................................................  1



A.    LATAR BELAKANG ........................................................................  1



B.     RUMUSAN MASALAH ...................................................................  2



C.     TUJUAN .............................................................................................  2



BAB II ( PEMBAHASAN ) ....................................................................



A.    Keterampilan-keterampilan Dasar Konseling…………………....



B.     Keterampilan Antarpribadi, Keterampilan Intervensi dan Keterampilan Integrasi...................................................................



BAB III ( PENUTUP )



Kesimpulan ……………………………………………………………... 8



   DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 10

makalah keterampilan perilaku etis konselor




KATA PENGANTAR



Keterampilan perilaku etis konselor pdf-Bismillahirohmanirrohim, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat serta taufik hidayah-Nya. Dengan rahmat dan nikmat tersebut semoga bermanfaat untuk melanjutkan materi selanjutnya.



Atas seizin-Nya makalah ini selesai tepat pada waktunya. Tugas makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah“Psikologi Konseling” yang telah diberikan beberapa waktu yang lalu.



Terimakasih teruntuk ibu dosen yang telah memberikan tugas ini, sehingga saya terpacu untuk menjadi dan memberi yang terbaik untuk teman seperjuangan. Sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang banyak kekurangannya, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan pada makalah ini dan kami mohon kritik dan saran yang membangun agar tugas pembuata nmakalah ini semakin baik lagi kedepannya.







Jember, 09 Oktober 2018



                                                                                                            Penyusun









BAB I



PENDAHULUAN





A.    Latar Belakang





B.     Rumusan Masalah



Rumusan masalah dari makalah kami adalah sebagai berikut:



1.      Bagaimana Keterampilan-keterampilan Dasar Konseling?



2.      Bagaimana Keterampilan Antarpribadi, Keterampilan Intervensi dan Keterampilan Integrasi?





C.    Tujuan



Tujuan kami dalam  menulis makalah ini adalah sebagai berikut:



1.      Memahami Keterampilan-keterampilan Dasar Konseling



2.      Memaham Keterampilan Antarpribadi,  Keterampilan Intervensi dan  Keterampilan Integrasi













Pengetahuan yang harus dimiliki konselor


Dipengaruhi oleh faktor umum, seperti klas sosial, usia, etnisitas, dan gender. Walaupun sulit untuk mengeneralisir efek hubungan konseling dari berbagai variabel ini, cukup rasional rasanya untuk menyimpulkan bahwa salah satu hubungan kompetensi penting bagi konselor. Dengan kata lain dalam keterampilan antarpribadi ini dan berdasar pada faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka konselor seharusnya untuk sadar akan budaya dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap individu (klien) maupun yang ia miliki sendiri serta mampu meningkatkan gaya atau



pendekat konselingnya secara tepat.



Berkaitan dengan berbagai keterampilan wawancara, Ivey (2003) membuat sebuah hirarki keterampilan yang dipergunakan untuk membantu lebih intensif dengan klien.



Keterampilan-keterampilan antarpribadi dasar secara umum dapat dikelompokkan dalam tiga jenis keterampilan, yakni:



1.   berkomunikasi Keterampilan Verbal



Keterampilan ini mengacu pada isi verbal dari proses konseling. Konselor menggunakan keterampilan ini memberi ini untuk memberi perhatian pada klien yang pada gilirannya akan memperlancar jalannya percakapan. Penggunaan keterampilan ini membantu klien merasa cukup nyaman untuk memberi informasi pada konselor sehingga konselor dapat menelaah pokok permasalahan. Ketrampilan verbal mencakup tanggapan-tanggapan verbal, kualitas vokal yang memadai, dan alur verbal.



Kemampuan menanggapi mencakup sejumlah keterampilan dalam wawancara. Ada sejumlah keterampilan berbeda yang dapat diringkas sebagai berikut:



a.       Paraphrase (parafrase)



Keterampilan ini menunjuk pada pengulangan kata-kata.



b.      Interpretation (Penafsiran)



Keterampilan ini mencakup pemberian nama dan pengambaran secara







Keterampilan dasar apa saja yang dibutuhkan konselor dalam melakukan intervensi konseling adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan sedikit kata atau kalimat tunggal. Pertanyaan seperti itu mendorong klien utnuk berbicara dan memberi informasi sebanyak mungkin. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan tertutup adalah pertanyaanpertanyaan yang daapat dijawab dengan ”ya” atau tidak” atau dengan  sedikit kata-kata saja. Pertanyaan-pertanyaan ini dimaksdkan untukmendapatkan informasi, kejelasan,  fokus, dan mengarahkan klien pada satu masalah khusus yang mau dibicarakan (Yeo, 2003:75).



Menurut Surya (2003:116), ketrampilan bertanya dapat dikembangkan dengan memperhatikan beberapa hal yaitu:



(1) perhatikan suasana konselingdan klien,



(2) kuasai   yang berkaitan dengan pertanyaan



(3) ajukan pertanyaan dengan cara yang jelas dan terarah, serta tidak keluar dari topic bahasan,



(4) segera berikan respon balikan terhadap jawaban pertanyaan yang diajukan dengan sikap yang baik dan empatik



2. Keterampilan Non verbal



Komunikasi atau keterampilan merupakan bentuk komunikasi yang ikut mewarnai corak konseling sebagai suplemen, komplemen, dan substitusi komunikai verbal (Surya, 2003:121). Keterampilan ini mengacu pada perilaku non-verbal konselor yang dapt menyebabkan kemajuan dalam proses konseling dan memperlihatkan pendampingan pada klien. Penampilan dan sikap tubuh konselor memperlihatkan besarnya perhatian dan keprihatian konselor yang sulit diungkapkan dengan kata-kata (Yeo, 2003).









6. Selalu meukul-mukul dan menggerakkan tangan dan lengan.



7. Wajah tidak menunjukkan perasaan



8. Terlalu banyak senyum, kerutan dahi atau anggukan kepala yang tidak berarti



b. Kontak mata



 1. Kontak mata yang baik berlangsung dengan melihat klien pada waktu dia berbicara kepada konselor dan sebaliknya. Kontak mata harus dipertahankan atau dipelihara dengan menggunakan pandangan spontan yang mengekspresikan minat dan keinginan mendengarkan serta merespon klien.



 2. Kontak mata yang tidak baik mencakup:



2.1. Tidak pernah melihat klien



2.2. Menatap klien untuk secara tetap dan tidak memberi kesempatan klien untuk membalas tatapan.



2.3. Mengalihkan pandangan dari klien segera sesudah klien melihat kepada konselor.



c. Mendengarkan



Mendengarkan dalam keterampilan ini adalah mendengar dengan tepat dan mengingat apa yang klien katakan dan bagaimana mengatakannya. Dengan mendengar yang tepat memungkinkan konselor merumuskan tanggapan yang dapat menangkap dengan tepat perasaan dan pikiran klien.



Cara mendengarkan yang baik mencakup :



(1) memihara perhatian penuh dengan terpusat kepada klien,







atau pendekatan konseling. Pendekatan ini dapat membentang dari pendekatan psikodinamis (psikoanalisis, Adlerian) sampai pendekatan eksistensial, pendekatan Rogerian yang terpusat pada klien sampai terapi rasional emotif behavior, realitas dan analisis transaksional. Dalam hal ini konselor sebaiknya menguasai satu pendekatan dasar dan kemudia berusaha memadukan cara-cara yang bermanfaat dari berbagai pendekatan lainnya demi penanganan efektif terhadap masalah-masalah klien.



C.Keterampilan Integrasi


Pengetahuan dasar konselor

Keterampilan ini mengacu pada kemampuan-kemampuan konselor untuk menerapakan strategi-strategi pada situasi-situasi khusus, sambil mengingat konteks budaya dan sosio-ekonomi klien (Yeo, 2003). Hal ini dikarenakan konseling tidak dapat dipraktikkan tanpa memperhatikan konteks budaya. Setiap klien yang hadir dengan cara pikir tertentu yang sebagian besar dipengaruhi oleh sistem nilai dan sistem budayanya.









atau pendekatan konseling. Pendekatan ini dapat membentang dari pendekatan psikodinamis (psikoanalisis, Adlerian) sampai pendekatan eksistensial, pendekatan Rogerian yang terpusat pada klien sampai terapi rasional emotif behavior, realitas dan analisis transaksional. Dalam hal ini konselor sebaiknya menguasai satu pendekatan dasar dan kemudia berusaha memadukan cara-cara yang bermanfaat dari berbagai pendekatan lainnya demi penanganan efektif terhadap masalah-masalah klien.



C.Keterampilan Integrasi



Keterampilan ini mengacu pada kemampuan-kemampuan konselor untuk menerapakan strategi-strategi pada situasi-situasi khusus, sambil mengingat konteks budaya dan sosio-ekonomi klien (Yeo, 2003). Hal ini dikarenakan konseling tidak dapat dipraktikkan tanpa memperhatikan konteks budaya. Setiap klien yang hadir dengan cara pikir tertentu yang sebagian besar dipengaruhi oleh sistem nilai dan sistem budayanya.















BAB II



PEMBAHASAN



A. KETERAMPILAN-KETERAMPILAN DASAR KONSELING


Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konselor

Seorang konselor harus memiliki keterampilan-keterampilan yang mencukupi. Meskipun terdapat beragam pendekatan terhadap konseling, ada seperangkat keterampilan umum yang mendasari berbagai pendekatan. Yeo (2003:62) mengemukakan terdapat tiga perangkat keterampilan konselor, yakni keterampilan antar pribadi, keterampilan intervensi dan keterampilan integrasi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki konselor, yaitu keterampilan antar pribadi, keterampilan intervensi dan keterampilan integrasi.



A. Keterampilan Antarpribadi



Keterampilan ini merupakan keterampilan inti dalam konseling. Termasuk dalam keterampilan ini adalah semua keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun realsi dengan klien, sehingga klien dapat terlibat dalam proses konseling. Keterampilan ini merupakan dasar karena relasi yang penuh kepercayan antara konselor dan klien akan membentuk penghargaan, keterbukaan, pemahaman, dan partisipasi klien dalam konseling.



Kriteria konselor yang baik merupakan Keterampilan antarpribadi mencakup kemampuan konselor dalam mendampingi klien, mendengarkan mereka, dan mendorong mereka menceritakan apa saja yang ada dalam benak mereka. Leod (2006:536) mengemukakan bahwa keterampilan antarpribadi berkaitan dengan konselor mendemonstrasikan perilaku mendengar, berkomunikasi, empati, kehadiran, kesadaran komunikasi non verbal, sensitivitas terhadap kualitas suara, responsivitas terhadap ekspresi emosi, pengambilalihan, menstruktur waktu, dan menggunakan bahasa. Jika keterampilan ini diterapkan secara efektif, klien akan mendapat keberanian untuk membicarakan pikiran-pikiran dan masalah-masalah mereka. Leod (2006: 538) juga mengemukakan bahwa hubungan  atau  relasi antapribadi sangat





positif pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, dan perilaku klien (Yeo, 2003:69). Penafsiran akan memberi satu cara pandang alternatif bagi klien sehingga ia dapat melihat dirinya sendiri dan masalah-masalahnya dengan cara berbeda.



a.       Summarization (Peringkasan)



Peringkasan dalah suatu cara untuk meninjau ulang isi wawancara, mengumpulkan kembali unsur-unsur umum dan rincian-rinciannya. Peringkasan juga memberi konselor satu kesempatan untuk mengetahui pemikirannya itu tepat atau tidak, dan hal ini memberikan jeda untuk wawancara (Ivey, 1987)



b.      Clarification (Penajaman/Memperjelas)



Keterampilan yang mengacu pada perumusan inti-inti kalimat dan gagasan klien dalam bentuk lain dengan makna yang sama (Mappiare, 1998:116). Selain itu penajaman membantu klien dalam menggali pernyataan pernyataannya dan makna yang melekat dalam kata-kata yang dipergunakannya. Hal ini akan mengarahkan klien untuk memahami lebih jauh pokok pembicaraan itu dan memberikan keterbukaan yang lebih besar untuk menghadapi hal-hal yang terkait dengan masalahnya (Yeo, 2003:74).



c.       Open and closed question (Pertanyaan tertutup dan terbuka)


Keterampilan dasar konseling individu

Keterampilan yang mengacu pada kemampuan konselor utnuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam memperjelas masalah-masalah klien. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengarahkan konselor menuju pemahaman yang lebih baik terhadap situasi-situasi klien dan juga mengarahkan klien untuk menceritakan masalahnya dengan jelas. Pertanyaan-pertanyaan terbuka 





Menurut Egan (1986), diantara sikap non verbal konselor yang dapat  meningkatkan hubungan konseling diantaranya adalah: (1).Menghadapi klien secara sejajar (facing the person squarely),



(2) Memperlihatkan sikap tubuh terbuka (adopting an open posture),



(3) Posisi tubuh kedepan (learning forward),



(4) Mempertahankan kontak mata (maintaining eye contact),



(5) Bersikap rileks (being relaxed).



Selain itu menurut Hutahuruk (1983) beberapa sikap atau keterampilan non verbal konselor sebagai berikut:



a.       Posisi badan (termasuk gerak isyarat dan eksprsi muka) diantara posisi badan yang baik dalam attending mencakup :



1. Duduk dengan badan menghadap klien



2. Tangan diatas pangkuan atau berpegang bebas atau kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan gerak isyarat yang sedang dikomunikasikan secara verbal.



3. Responsif dengan menggunakan bagian wajah, umpamnya senyum spontan atau anggikan kepala sebagai persetujuan atau  pemahaman dan kerutan dahi tanda tidak mengerti.



4. Badan tegak lurus tanpa kaku dan sesekali condong kearah klien untuk menunjjukkan kebersamaan dengan klien.



Posisi badan yang tidak baik mencakup:



1. Duduk dengan badan dan kepala membungkuk menghadap klien.



2. Duduk dengan sangat kaku



3. Gelisah atau tidak tenang (resah)



4. Mempergunakan tangan, kertas dan kuku tangan.



5. Sama sekali tanpa gerak isyarat pada tangan





(2) mendengarkan segala suatu yang dikatakan oleh klien,



(3) Mendengarkan keseluruhan pribadi klien (kata-katanya, perasaan dan perilakunya). Memahami pesan baik verbal maupun non verbal dari diri klien



(4) Mengarahkan apa yang konselor katakan terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien.



3. Keterampilan Mengamati Klien



Konselor dalam hal ini dituntut untuk sungguh-sungguh sadar akan apa yang sedang klien katakan khususnya melalui gerakan-gerakan tubuh mereka, raut wajah, kualitas vokal, dan ketidaksesuaian antara bahasa non verbal dengan ungkapan-unkapan verbal mereka. Perilaku non verbal klien harus secara cermat diamati ketika ia sedang menyampaikan satu informasi penting tentang dirinya dan situasinya. Ivey (2003:95) mengemukakan bahwa keterampilan mengamati klien ini akan membantu konselor untuk merespon dan mengetahui apa dan bagaimana bahasa verbal dan non verbal klien. Selain itu juga mengamati perbedaan-perbedaan multibudaya yang berkaitan dengan ungkapan-ungkapn verbal dan nonverbal klien.



B. Keterampilan Intervensi          



Keterampilan intervensi adalah kemampuan konselor untuk melibatkan klien dalam pemecahan masalah. Dalam proses pemecahan masalah, konselor perlu memiliki pengetahuan tentang berbagai strategi dan cara yang berbeda untuk menolong klien menghadapi masalah. Keterampilan ini mengacu pada kemampuan-kemampuan konselor untuk menerapakan strategi-strategi pada situasi-situasi khusus, sambil mengingat konteks budaya dan sosio-ekonomi klien (Yeo, 2003). Hal ini dikarenakan konseling tidak dapat dipraktikkan tanpa memperhatikan konteks budaya. Setiap klien yang hadir dengan cara pikir tertentu yang sebagian besar dipengaruhi oleh sistem nilai dan sistem budayanya. Ada beragam strategi dan cara yang diusulkan oleh berbagai aliran









BAB III



KESIMPULAN


Makalah pengertian konselor harus memiliki keterampilan-keterampilan yang mencukupi. Meskipun terdapat beragam pendekatan terhadap konseling. Dalam bab ini akan dibahas beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki konselor, yaitu keterampilan antar pribadi, keterampilan intervensi dan keterampilan integrasi.



A.   Keterampilan Antarpribadi



Keterampilan ini adalah semua keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun realsi dengan klien, sehingga klien dapat terlibat dalam proses konseling. Keterampilan ini merupakan dasar karena relasi yang penuh kepercayan antara konselor dan klien akan membentuk penghargaan, keterbukaan, pemahaman, dan partisipasi klien dalam konseling.



B.    Keterampilan Intervensi



Keterampilan intervensi adalah kemampuan konselor untuk melibatkan klien dalam pemecahan masalah. Dalam proses pemecahan masalah, konselor perlu memiliki pengetahuan tentang berbagai strategi dan cara yang berbeda untuk menolong klien menghadapi masalah.



C.       Keterampilan Integras



Keterampilan ini mengacu pada kemampuan-kemampuan konselor untuk menerapakan strategi-strategi pada situasi-situasi khusus, sambil mengingat konteks budaya dan sosio-ekonomi klien (Yeo, 2003)







DAFTAR PUSTAKA



( https://www.dictio.id/t/keterampilan-atau-kompetensi-apa-yang-harus-dimiliki-oleh-seorang-konselor/14885/3 )



(https://fhataty.wordpress.com/2014/01/13/ketrampilan-dasar-konseling/ )



http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/(C)%20Ketr%20Kons%20utk%20Konselor%20yg%20TOP%20_HIMA_%202010_0.pdf



file:///C:/CBT/Downloads/BukuAjarPsikon2016.pdf



Rofik86
Seorang yang berpegang teguh pada komitmen dan tentunya sangat setia pada seorang wanita

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
close