Arti Mimpi Di Gigit Ular Menurut Islam dan penafsiran Ibn Sirin

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Arti Mimpi Di Gigit Ular Menurut Islam dan penafsiran Ibn Sirin

,
Triprofik.com-Mimpi digigit ular sering terjadi pada diri seseorang, baik yang sedang baik-baik saja atau sedang mengalami masalah sesuatu, dulu disaat aku tidak mengenal cinta, lalu kemudian aku bermimpi di gigit ular, dan aku ceritakan pada temenku, dan jawaban temenku, jika mimpi digigit ular maka akan ada yang suka dengan kita, entah itu seorang lawan jenis atau sesama jenis, dalam artian disukai banyak orang dengan tingkah laku baiknya.

mimpi dalam islam

Dan  ternyata beberapa hari kemudian, aku mengetahui siapa yang suka denganku saat itu, bisa di ambil kesimpulan bahwa mimpi di gigit ular adalah sebagai tanda bahwa ada orang yang suka dengan kita.

Mimpi digigit ular menurut islam itu banyak artian, yang mana sudah dijelaskan bahwa mimpi dalam islam ada tiga katagori mimpi, yang pertama mimpi buruk, hal ini bisa dipastikan mimpi dari Syaiton, yang kedua mimpi dari gelisah yang menyusahkan dan menjadi fikiran disaat kita sudah bangun dari tidur, hal ini mimpi karena kita terlalu fokus dan memikirkannya disiang hari lalu sampai terbawa mimpi di malam harinya.

Nah jika mimpi yang benar-benar dari Allah dan merupakan petunjuk adalah mimpi kebaikan, maka hal tersebut merupakan pesan yang merupakan cabang dari mukjizat dari kenabian atau yang disebut dengan mimpi Ruqyah Shodiqoh, mimpi yang benar.

arti mimpi digigit ular menurut islam

Dan berikut ini tafsir mimpi digigit ular menurut ibn Sirin

Banyak yang mengatakan bahwa mimpi digigit ular bagi yang belum menikah, maka akan segera menikah, namun sayangnya keterangan mimpi ini masih belum banyak yang tahu asal usul keterangan tersebut.

Menafsirkan mimpi bukan hal yang tabu, sejak jaman dulu waktu adanya para nabi memang sudah lumrah menafsirkan mimpi, seperti halnya nabi Yusuf yang dikenal dengan takwil mimpinya yang tepat, namun jika nabi bermimpi maka itu merupakan wahyu dari Allah swt.

Mimpi didalam islam sebagai alat mengukur kejujuran seseorang, semakin jujur seseorang didunia nyata maka semakin benar mimpi dalam tidurnya, hal ini didasarkan sebagaimana hadis nabi: 

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ أَنْ تَكْذِبَ وَأَصْدَقُهُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلاَثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ

Apabila telah dekat waktunya (hari kiamat) hampir saja mimpi orang yang beriman tidak akan berdusta. Yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi itu ada 3, mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang buruk yang berasal dari setan dan mimpi yang berasal dari diri manusia sendiri, maka apabila salah satu dari kalian memimpikan sesuatu yang dibenci hendaklah ia bangun sholat dan tidak menceritakannya kepada orang lain. (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad bin Hanbal, al-Thabarani, dan al-Hakim)

Muhammad Ibn Sirin (w.110 H) pernah menulis sebuah kitab yang berjudul Tafsir al-Ahlam, kitab tersebut membahas tentang mimpi dan cara menyikapinya, menurut ibn Sirin mimpi yang benar itu terbagi menjadi dua macam, yang pertama mimpi yang benar dan jelas dan mimpi ini tidak perlu ditafsirkannya, sebab sudah jelas dan tergambar dalam mimpi.

Dan mimpi yang kedua adalah mimpi yang masih membutuhkan penafsiran, karena kandungan hikmah dalam mimpi tersebut masih perlu di tafsirkan dan mengandung makna lain.

Berkaitan mimpi bertemu dengan ular dalam bahasa Arab ular disebut dangan “hayyah” bentuk jamaknya adalah hayyaat. Kata “hayyat” serumpun dengan kata hidup yang dalam bahasa Arab juga disebut “hayaah”. Ular di dalam mimpi adalah simbol yang membutuhkan penafsiran, ia bisa berarti musuh, negara, harta, perempuan atau anak, atau sumber-sumber kehidupan lainnya.

Jika seseorang bermimpi bertemu ular yang sangat besar (tsa’baan) dalam mimpinya, sedangkan ia tidak takut menghadapinya, maka menurut Ibn Sirin berarti ia akan memeroleh kekuatan (Quwwah) dan kekuasaan (Dawlah).

Sebaliknya jika seseorang bermimpi memasukkan ular kedalam rumahnya, maka hal ini menandakan adanya musuh yang akan berbuat buruk terhadap dirinya, namun jika ular tersebut berhasil di tangkap kembali maka orang yang bermimpi tersebut akan mendapatkan kebaikan dari seseorang yang ingin berbuat jahat/buruk kepadanya.

Dan hal ini menurut ibn Sirin sesuai dengan firman Allah:

قَالَ خُذۡهَا وَلَا تَخَفۡۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا ٱلۡأُولَىٰ – ٢١

“Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.” (QS. Thaha: 21)

Makna lain jika mimpi seekor ular kecil maka bisa diartikan sebagai seorang anak manusia, mimpi ular yang berukuran kecil yang terlihat dalam mimpinya keluar dari saluran kencing maka menurut ibn Sirin diartikan seseorang tersebut akan di karunia anak.

Dan makna lain jika kamu bermimpi ular, ular merupakan simbol dari seorang perempuan, bila sesoerang bermimpi seekor ular dan memotongnya menjadi tiga bagian maka orang tersebut akan menelak istrinya sebanyak tiga talakan.

Dan jika seorang bermimpi membunuh ular maka bisa di prediksi akan menikahi seorang perempuan.

Ibnu Sirin pernah ditanya tentang seseorang yang milihat ular dalam mimpinya"

Fulan: “Aku bermimpi melihat seekor ular yang berlari dan aku mengikutinya, lalu ia masuk ke dalam lubangnya, saat itu aku tengah memegang sekop lalu aku menutup lubang tersebut dengan sekop.”

Ibn Sirin: “Apakah kamu sedang melamar seorang perempuan?”

Fulan: “Iya.”

Ibn Sirin: “Sebentar lagi engkau akan menikahinya dan memeroleh warisan darinya.”

Lalu pada akhirnya fulan tersebut menikahi perempuan itu dan tidak lama kemudian perempuan tersebut meninggal dunia serta meninggalkan warisan sebesar 7000 dirham.

Ibn Sirin sebagaimana orang pada umumnya, adakalanya salah dalam memberikan penafsiran terhadap sebuah mimpi, bisa jadi penafsiran Ibn Sirin berbeda dengan penafsiran ulama lain. Atau bisa pula ular yang sama di dalam mimpi orang yang berbeda memiliki makna yang berbeda, dan tidak bisa digeneralisir sedemikian rupa. Oleh sebab itu tidak tepat dikatakan bahwa seluruh prediksi Ibn Sirin pasti akan terjadi. Karena yang menentukan segalanya adalah Allah SWT.

Meski demikian, tradisi menafsirkan mimpi bisa menjadi khazanah tersendiri bagi umat Islam. Wallahu a’lam.

Dikutip dari Bincang syariah.com


Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler