Soal Natuna, Ini Fakta Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia VS China

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Soal Natuna, Ini Fakta Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia VS China

,
Kekuatan militrer indonesia vs china

Triprofik.com- Persoalan Natuna, Ini Fakta Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Kekuatan Militer China
Laporan kapal asing asal dari negera China yang masuk di perairan Natuna, Kepulauan Riau sempat menjadi pembahasan di media sosial.

Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) mengaku telah memanggil Duta Besar China di Jakarta.

Cara diplomatis dilakukan untuk tetap menjaga hubungan baik antar negara.

Perselisihan bukan hanya Indonesia, negara China juga berselisih di wilayah Laut China Selatan.

China banyak berselisih dengan negara di bagian Asia tenggara, berikut sengketa di beberapa Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam.

sekarang ini yang menjadi perbincangan hangat di kawasan laut utara Natuna dan di Laut China Selatan.

Indonesia sendiri secara tegas menolak klaim China terhadap perairan Natuna berdasarkan jejak sejarah (historic rights) dan sembilan garis putus-putus (nine dash line).

Padahal wilayah laut China atau seluruh perairan laut China Selatan sebelumnya sudah diputuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2016 silam.

berdasarkan sumber dari Kompas.com, nine dash line adalah garis yang dibuat sepihak oleh China.

China Tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Pernyataan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono menyatakan siap melakukan operasi siaga tempur.

Padahal jika dibandingkan kekuatan militer China di atas kekuatan Militer Indonesia.

Mengutip dari Kompas.com Berikut perbandingan kekuatan militer Cina VS kekuatan militer Indonesia


1. Perbedaan anggaran kekuatan militer China dan Indonesia


Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sebuah lembaga riset yang berpusat di Swedia, China mengalokasikan anggaran militer 250 miliar dollar AS atau setara dengan 3.485 triliun (kurs Rp 13.940) pada 2018.

Anggaran China hanya kalah dari Amerika Serikat yang dicatat SIPRI. Anggaran militer Amerika mencapai 648 miliar dollar AS.

Sedangkan Indonesia, pada 2018 total anggaran untuk militer 7,44 miliar dollar AS atau setara Rp 104,12 triliun.

Nilai anggaran militer yang dirilis SIPRI berasal dari sumber terbuka dari masing-masing negara.

Belanja militer setiap negara kemungkinan berbeda, mengingat data rahasia pertahanan negara.

2. Indonesia mengalami kenaikan anggaran militer


Mengutip dari Kementerian Keuangan dari Kompas.com, pada 2018 militer Indonesia punya anggaran sebesar Rp 107 triliun.

Pada 2019, anggaran Kementerian Pertahanan naik sebesar Rp 108 triliun dan di 2020 dianggarkan 127 triliun.


3. Perbedaan peringkat kekuatan militer


Negara China berada di peringkat urutan ke-3 dunia, sementara Indonesia berada di di peringkat 15 untuk kekuatan militer.

Dari jumlah pasukan juga militer China berada di atas Indonesia.

4. Indonesia punya pasukan khusus yaitu TNI AL Detasemen Jalamangkara (Denjaka).


Mengutip dari Serambi News, Navy Seal AS rutin latihan bersama Denjaka. Denjaka tergolong ekstream dan berbahaya.

Ketika latihan, personel Denjaka berlatih menembak jarak dekat dan saling berhadap-hadapan memakai peluru tajam.

Ada juga demo penerjunan dari udara untuk membebaskan teroris dengan cara terjun dari atap gedung atau kapal kecil.



Denjaka adalah orang terpilih dan terbaik di satuan. Personel ini bertugas di pasukan khusus TNI AL. Satuan elit ini mengadakan latihan di tempat yang bermatra lautan

Selain berlatih ilmu bertempur, Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus.

Hingga kini, keberadaan satuan ini terkesan dirahasiakan. Bahkan penugasannya pun acap kali tak diakui ataupun tercatat resmi oleh Markas Besar TNI.


5. Perkembangan teknologi militer China


Mengutip dari Kompas.com, laporan itu dirilis oleh Center for New America Security dan ditulis oleh Mantan Wakil Menteri Pertahanan Robert Work dan eks asisten khususnya, Greg Grant.

Dalam laporan tersebut, eknologi militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sudah mulai menyamai AS.

Menurut Work dan Grant ada tiga fase China mengungguli Amerika Serikat dalam bidang teknologi yang dibagi tiga tahap.

• Serius Sikapi Pelanggaran Kedaulatan di Natuna, TNI Kirim 4 Pesawat Tempur F-16

Pertama adalah upaya modernisasi yang terjadi pada 1990 hingga 2000-an.

Kedua setelah Beijing bisa mengembangkan senjata presisi dan jaringan tempur yang canggih.

Mereka membuat teknologi dominan di kawasan regional.

• Presiden Joko Widodo Satukan Suara Menteri-menterinya Soal Konflik Natuna

China menggunakan rudal hipersonik maupun senjata anti-kapal. China bisa unggul di area Taiwan maupun Laut China Selatan, serta membuat AS fokus kepada mereka. Fase terakhir akan dilakukan setelah China bisa melewati kecanggihan teknologi militer AS.


Itulah berbandingan kekuatan Meliter Indonesia VS China, sumber: Tribun Jogja dan Kompas.com






Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler