Menyesal Pernah Menjadi Pengikut Keraton Agung Sejagat

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Menyesal Pernah Menjadi Pengikut Keraton Agung Sejagat

,
Menyesal Pernah Menjadi Pengikut Keraton Agung Sejagat

Indonesia akhir-akhir ini digemparkan oleh adanya Kerajaan Agung Sejagat yang mengaku mempunyai kekuasaan di dunia.

Untuk motifnya kerajaan disini mirip seperti investasi bodong. karena, para pengikutnya harus rela memberikan uang demi keberlangsungan kerajaan halusinasi tersebut.

Dan tidak tanggung-tanggung sudah ada 450 korban yang masuk dalam tipu daya Raja dan Ratu Sejagat Purworejo. Bahkan, beberapa dari korban Keraton Agung Sejagat tersebut rela memberikan uang mulai dari Rp3 juta untuk keberlangsungan kerajaan halusinasi tersebut.

Namun setelah Raja dan Ratu palsu di Purworejo diringkus polisi barulah dari sejumlah korban mengaku menyesal.

Menyesal Pernah Menjadi Pengikut Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Salah satu dari mantan pengikut kerajaan Agung Sejagat di purworejo mengaku Menyesal karna sudah pernah menjadi abdi kerajaan palsu tersebut. Pria asal Wates, Kulon Progo bernama Kasnan (40) buka suara dan memperlihatkan seragam yang dibelinya seharga Rp 2 juta sebagai persyaratan untuk menjadi pengikut Kerajaan Agung Sejagat ini.


"Saya bayar Rp 2 juta untuk seragam," ujar Kasnan di rumahnya, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (17/1/2020).

Baju tersebut dibelinya untuk mengikuti semua prosesi kerajaan palsu disini,mulai dari kirab yang digelar di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Kasnan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harus utang kepada temannya untuk membeli seragam tersebut.

"Saya harus utang karena tidak ada uang," terang Kasnan.

Setelah membayar Rp 2 juta ke Keraton Agung Sejagat, Kasnan mendapat satu setel baju dan celana hitam lengkap dengan topinya.

Baju seragam Keraton Agung Sejagat yang diperlihatkan Kasnan tampak dibuat dari kain tebal yang biasa untuk jas. Ada ornamen berwarna emas di bagian kedua lengannya dan sejumlah kancing di bagian depannya.

Kualitasnya seadanya. Tak ada furing di baju tersebut.

"Tidak ada sakunya, kami sulit memasukkan rokok. Kalau HP tidak boleh dibawa dan ditinggal di mobil," ujar Kasnan.


Kasnan mengaku bergabung dengan Keraton Agung Sejagat sejak 10 bulan yang lalu. Entah apa yang ada dipikiran Kansan sehingga mau bergabung meski diharuskan membayar uang yang tidak sedikit sebelum menjadi anggota. Saat itu ada pertemuan di rumah Sudadi, korban lain yang ada di Plunbon, Temon, Kulon Progo.

Dari pertemuan itulah dia tertarik bergabung karena yang dia pahami kelompok ini bergerak dalam bidan sosial kemasyarakatan. Untuk bergabung, dia harus membayar biaya pendaftaran Rp 1,5 juta.

Atas kejadian ini, Kasnan mengaku sangat menyesal dan kapok untuk ikut dalam kegiatan yang tidak jelas.

Waduuuhhh kalau sudah begini baru mau kapok ya bang. Lain kali lebih berhati-hati ya bang.

Korban Kerajaan Agung Sejagat


Berdasarkan info dari kepolisian daerah jawa tengah Keraton Agung Sejagat sudah menyiapkan cabang di beberapa daerah di Jawa Tengah. Daerah-daerah tersebut meliputi Solo Raya, yang akan dipimpin oleh pejabat khusus keraton. Hanya rasa sesal dan malu yang kini dirasakan Kasnan, Petani yang merelakan uang  2 jutanya kepada Kerajaan Agung Sejagat ini.


Sumber : Solopos,Grup Fb
Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler