Taman Nasional Baluran, Tiket masuk, pantai Bama, dan gunung Baluran

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Taman Nasional Baluran, Tiket masuk, pantai Bama, dan gunung Baluran

,

Triprofik Tempat indah di jawa timur yang akan memanjakan mata memandang, sejauh dan sebisa mungkin menikmati indahnya Taman Nasional Baluran, banyak cerita yang akan terangkum dalam perjalanan kami, dan berikut cerita perjalanan kami.

Mungkin tidak semua orang menyukai keindahan alam, mungkin sebagian memilih berdiam diri dalam rumah dari pada menghabiskan uang untuk jalan-jalan, namun bagi saya sendiri, berlibur ketempat yang indah merupakan hal yang begitu di idam-idamkan.



Setelah kita keluar dari rumah untuk melihat betapa luasnya alam ini, saya hanya setitik kecil di tanah yang lapang, Baluran merupakan hamparan tanah luas dan di hiasasi dengan hutan gersang disaat musim kemarau, bagaikan padang savana yang ada di Afrika, tempatnya para satwa liar berkumpul disini, selain itu Baluran lebih terlihat indah dengan Gunungnya.

Jarak Taman Nasional Baluran dari rumah kami berkisar 117 km dengan perjalanan normal 3 jam, kami harus melewati kabupaten tetangga terlebih dahulu, dan memang Baluran terletak di kabupaten Situbondo yang perbatasan dengan Banyuwangi, bisa dibilang Baluran berada di pojok timur pulau Jawa, dengan dihisa hutan yang kering dan indah dengan warna daun yang kuning dan kemerahan.

Jalanan menuju baluran bisa dilewati menggunakan motor, bus, atau bus kecil, semua pada bisa, namun jika rombongan menggunakan Bus besar maka setelah sampai di pintu masuk akan ditranslete menggunakan bus yang lebih kecil, untuk mempermudah perjalanan saat berada di Taman Nasional Baluran, sebab jalanan yang hanya menampung badan mobil yang kecil.

Pada tahun 2015 jalan menuju Baluran masih belum beraspal sedikit  bebatuan yang sesekali mengguncang mobil kami, namun ditahun 2019 saat kami mampir kesana yang kedua kalinya, jalanan sudah mulus dan halus, kami mengendarai sepeda motor dari Bondowoso melalui jalur Situbondo, berangkat jam 08 pagi dan sampai pada lokasi sekitar jam 12 siang.

Musim kemarau akan memberikan dampak negatif pada taman ini, sebagian hutan yang kami lihat ada yang mengeluarkan asap, pepohonan kering dan gersang, hewan monyet mencari makanan keluar dari hutan sehingga dapat kita temui langsung keberadaanya.

Dan disaat memasuki Taman Nasional Baluran ada hutan yang masih Hijau, katanya hutan ini tidak akan kering meskipun pada musim kemarau, sehingga kami masih melihat pemandangan hijau disebagian hutan tersebut, kanan kiri jalan memang hutan lebat yang tiada jalan untuk akses memasukinya.

sejauh 9 km dari pintu masuk utama, kami berjalan mengendarai sepeda dengan santai dan pelan sambil menikmati alam disekitar, dan memang untuk memasuki jalanan Baluran kecepatan sepeda kami tidak boleh lebih dari 40 km, dan itu peraturan tertulis dari awal membeli tiket masuk.

Kami mencoba merekam dengan kamera ponsel seadanya, sesekali kami berfoto dengan latar belakang gunung Baluran, Gunung Baluran memiliki tinggi 1.247 m, ketinggian yang sederhana, namun memberikan kesan mendalam jika berkunjung ke Baluran.


Obyek wisata Baluran
Kegiatan yang ada disini hanya mengandalkan foto bersama atau mencari spots foto yang begitu bagus, kadang berfoto di tulisan Taman Nasional Baluran, atau berfoto dibawah pohon yang tumbung sendirian ditengah padang Savana, sehingga lebih terlihat berada dalam negara lain yang tidak akan dterduga kalau itu di Baluran.

Kami lebih banyak membuat video dari pada foto-fotonya, maklum saat ini kami sedang belajar editing hanya bermodal hp android saja, dan berikut hasil dari editing kami yang lokasinya di Taman Nasional Baluran.


Setelah kami puas merasakan indahnya Baluran dengan padang savana yang luas, kami melanjutkan ke pantai Bama yang berada disebelah timur Taman Nasional Baluran, sedikit menarik gas kami sampai di Pantai Bama, ombak di pantai ini bisa dibilang tidak ada sama sekali, yang terdengar hanya bunyi hembusan angin laut yang didenggar bergemuruh.

kami hanya duduk santai dipinggir pantai, air laut sedang surut, sehingga kami tidak perlu pergi ke bibir pantai, hanya bermain ayunan untuk melepas lelah dalam perjalanan, hembusan angin pantai sesekali menghilangkan rasa panasnya tubuh ini, sambil berayun dan membuat video serta foto jika ada obyek yang dianggap bagus dan mendukung dalam video kami.

Monyet berkeliaran bebas, ada salah satu dari pengunjung yang berkumpul untuk menikmati makanan yang mereka bawa, namun belum sempat dimakan monyet sudah menghampirinya dan meminta makanan, kadang jika tidak diawasi monyet tersebut bisa saja merebut makanan mereka, pada akhirnya kelompok rombongan tersebut mencari tempat makan yang aman dari kejaran monyet.

Dermaga hutan Mangrove di pantai Bama
Aku mencoba mencari Dermaga yang katanya ada dipinggir pantai, agak kesulitan mencari dermaga tersebut, karena jalan akses yang begitu samar diantara pepohonan yang sepintas bukan jalan menuju Dermaga, namun kami berusaha tetap mencarinya dan akhirnya ketemu juga.

Dermaga ini begitu sepi sehingga kami dengan bebas menikmati pesona pantai Bama, hutan Mangrove yang ada disni seolah-olah memayungi kepala kami dari teriknya sinar matahari siang itu, kami berdiam cukup lama sambil tiduran diujung dermaga, angin pantai memang menyejukkan.

Setelah mulai puas menghilangkan penat, kami meneruskan perjalanan pulang, karena jam sudah menunjukkan jam 14 siang, namun kami masih melaksanakan sholat dhuhur terlebih dahulu agar dalam perjalanan cukup tenang dan tidak repot mencari tempat sholat.



Fasilitas dari pintu utama sampai ke pantai Bama
Untuk fasilatas sendiri dari awal pintu masuk anda akan dipertemukan dengan Gua buatan Jepang, dan lanjut membayar tiket masuk, dalam pos ini fasilatas seperti toilet dan pedangang es serta camilan akan menambah bahan bekal untuk dinikmati dalam perjalanan, dengan catatan sampah tidak boleh dibuang sembarangan..

Anda akan menemukan Menara Pandang yang cukup tinggi, sehingga pemandangan yang ada di Hutan Baluran dapat terlihat jelas, gunung Baluran tampak berdiri kokoh di sebalah barat, kami terlebih dahulu menaiki menara tersebut, sesekali dan kapan lagi.

Kemudian fasilitas yang ada di pantai Bama cukup lengkap dengan Musholla dan kamar mandi tempat wudu' dan beberapa penjual makanan atau warung, namun anda dapat menemui warung makan di jalan menuju Pantai Bama, yaitu dititik tengah Taman Nasional Baluran.

Dan berikut biaya kami mulai dari bensin serta biaya makan dan lainnya.

Beli bensin ke Baluran 50.000
beli pentol 5.000
beli nasi 6.000
beli es batu 2.000
tiket masuk dua orang dan parkir 38.000

beli air botol alfamat
2.000
susu dan soda 3.000
parkir sepeda di pantai bama 2.000
air botol 600 ml

2.000
Total Biaya                                                                                                                      110.000

Catatan penting
Jika anda menggunakan motor belilah bahan bakar di pom terahir, karena jalanan sepi dan tidak ada penjual bahan bakar eceran, otomatis jika habis dalam tengah perjalanan akan jalan kaki jika tidak menemukan bahan bakar.

Pastikan tidak ada kendala pada kendaraan, agar lebih aman dan tidak khawatir dalam perjalanan.
sampai disini dulu cerita kami meng explor Taman Nasional Baluran, semoga menjadi referensi untuk pergi kesana.




Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler