Sepedaan Malam Hari di bulan Puasa

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Sepedaan Malam Hari di bulan Puasa

,

Triprofik Masa kecil memang tidak dapat dilupakan oleh seseorang yang saat itu memang penuh dengan kenangan masa lalu, apalagi hidup di masa kecil yang masih belum pernah menyentuh layar kaca penuh cahaya, sehingga permainan yang bikin kita senang hanyalah ciptaan diri kita sendiri, jadi kitalah yang menciptakan permaianan masa kita kecil dulu.


Beda halnya dengan jaman sekarang, dengan adanya ponsel pintar maka semua cenderung memakai dan asyik dalam dunianya masing-masing, tanpa menghiraukan apa yang sedang terjadi di dunia nyatanya, kini smatrphone mulai mewabah pada anak kecil usia dini sehingga mereka enggan melepaskan jika tidak dipaksakan.

Pada tahun 2004 atau tahun yang masih di atas 2000 an, kami saat itu sedang menciptakan permainan sendiri, salah satunya sepedaan saat malam hari dibulan puasa, di kampung kami teman sebayaku sedang asyik menjalani malam di bulan puasa, selain mendengar bunyi suara orang mengaji kami keluyuran dengan mengelilingi desa.

Sepedaan pada saat itu memang masih banyak orang yang kita temui, namun di jaman sekarang sepedaan mulai digantikan dengan bermotor merek tinggi dan mesin gas plong, sehingga kita tingga l berjalan sambil duduk santai, mungkin itulah yang terjadi di jaman sekarang tahun 2019.

Malam itu sepeda kami di hiasi dengan lampu buatan dan kreasi sendiri, dengan setingan yang sederhana menggunakan baterai ABC yang ditemukan dalam tempat sampah, yaitu baterai yang sudah tidak terpakai lagi, maklumlah waktu itu kami tidak mengandalkan uang pemberian orang tua untuk membeli baterai baru, kami hanya memanfaatkan baterai yang sudah tidak terpakai.

akan tetapi kreasi kami sungguh indah dengan mengisi gemerlap dimalam hari, kami tidak begitu takut dengan kegelapan, sesekali kami hanya menghindar jika sudah memasuki tempat yang dianggap angker, namun semua itu menjadi momen bahagia kami pada saat itu.

kami bersepeda mengelilingi desa, hingga larut malam kami mulai kembali ke rumah masing-masing, pagi harinya berpuasa demi melancarkan ibadah yang kami jalani, sungguh kenangan pada masa kecil yang tidak terlupakan, momen terindah kami tidak dapat digantika dengan layar hp yang bersinar pada saat ini.

Akhir bulan puasa kami sibuk dengan baju baru yang dibelikan oleh orang tua kami, saling membandinkan baju yang baru dan tetap dalam kontesk keindahan dan saling menghargai, sehingga terbentuklah sebuah candaan dan gurauan masa kecil kami.

Itulah petikan suasana kami disaat bulan puasa tiba, kami menyambutnya dengan gembira suka cita.



Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler