Kisah nyata, warung Bakso depan rumah tutup kena guna-guna, aneh tapi nyata

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Kisah nyata, warung Bakso depan rumah tutup kena guna-guna, aneh tapi nyata

,

Triprofik.com Warung bakso kena guna-guna-Sebulan yang lalu ada tetangga saya yang mengawali bisnisnya dengan berjualan bakso, sebelumnya pasangan suami istri tersebut tidak berpengalaman berjualan bakso, namun pada suatu malam sang istri bermimpi didatangi seseorang, lalu orang tersebut berkata agar memulai bisnis bakso.



Sehari setelah mimpi itu, mereka masih belum percaya dengan mimpi tersebut, akan tetapi ada niatan mewujudkan mimpinya, namun mereka masih ragu, lalu keesokan harinya salah satu dari mereka bermimpi dengan hal yang serupa, jika di lihat dari sudut pandang yang berbeda, seakan-akan mimpi tersebut merupakan sebuah pentunjuk bagi mereka.

Setelah mimpinya yang kedua kali, mereka membulatkan tekad untuk berjualan Bakso, pada awalnya karena tidak mempunyai modal yang cukup, akhinya mereka meminjam uang ke bank harian, yang sudah sering beroprasi di lingkungan rumah saya.

Dengan modal itulah mereka mengawali berjualan bakso didepan rumahnya, jika pembeli ingin makan ditempat, mereka persiapkan lesehan diteras rumahnya, namun konsumen jarang konsumsi ditempat, mereka lebih memilih dibungkus saja. mungkin karena tidak enak kali ya.. makan diteras rumah orang.

Semenjak itu semakin hari semakin lama baksonya mulai dikenal banyak orang, tak luput dengan saya adalah salah satu konsumennya, memang sih rasanya lumayan enak dan murah, itulah kalau desa, yang dicari yang enak dan murah.

Rumah mereka berada didalam desa, wal hasil jarang ditemui banyak orang, jadi konsumennya pun hanya tetangganya saja, mungkin sebagian orang luar yang telah mendengar kabar.

Diwaktu saya mulai lapar dan kebetulan didapur sudah tidak ada nasi lagi untuk dimakan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli bakso buatannya, setelah sebentar menunggu akhirnya bakso sudah siap dihidangkan, seperti biasa aromanya lumayan bikin tetangga sebelah ingin mencobanya.

Setengah perjalanan menghabiskan baksonya, kami berbincang-bincang dengan serius dan sedikit candaan, hanya mengisi suasana agar tetap nyaman dan kondusif, saya mencoba menawarkan pada mereka untuk berjualan didepan rumah saya, kebetulan rumah saya berada dipinggir jalan besar, jadi cukup strategis untuk menarjet konsumen yang berlalu-lalang.

Dikemudian hari setelah saya menyarankan hal tersebut, akhirnya mereka memutuskan berjualan didepan rumah saya, dengan ijin dulu pada orang tua saya, dan pada saat itu saya masih belum berkeluarga, hanya saja toko saya berada di depan rumah, jadi mendingan deh ada temennya jualan depan rumah, tidak menutup kemungkinan akan menciptakan pasar dilingkungan sendiri.

Hari pertama jualan Bakso

Mengawali hari pertama jualan, bakso mereka habis, laris manis, dan saya sarankan supaya stoknya ditambah, mungkin akan mendapatkan omset yang lumayan banyak, tidak tau pasti apa mereka mengikuti saran saya atau tidak, yang jelas hari keduanya masih habis, laris bener ini bakso, sampai-sampai orang yang mengantri tidak kebagian.

lagi-lagi saya ngasik saran yang kedua kalinya, supaya stok baksonya ditambah lagi, kasian orang yang sudah tertarik dengan baksonya, agar konsumen tidak meresa dikecewakan.

hari ketiga mereka berjualan bakso, masih sama seperti biasanya, baksonya laris manis hampir kewalahan mereka melayani konsumen yang kegirangan membeli baksonya.

akhinya warung bakso tersebut sudah berjalan lebih satu bulan, dengan ditandainya mereka membayar setoran listrik pada saya, kebetulan listiknya masih numpang ke toko saya.



Sebulan sudah berlalu

Pada suatu hari setelah sebulan mereka berjualan Bakso, mereka tutup selama dua hari karena mengunjungi orang tuanya dikota sebelah, namun setibanya dirumahnya, keesokan harinya masih tutup, hanya saja bolak balik mengunjungi warungnya, entah apa yang mereka lakukan saya tidak tau pasti.

Namun kata orang tua saya, ada bunga-bunga yang bertaburan disekeliling warung baksonya, tidak sengaja ortu saya melihat itu, hanya saja sehabis dari kota orang tuanya mereka tidak buka selama dua hari.

Setelah ditanya sama saya, jawabnya mau buka besok, soalnya sekarang masih ada acara, katanya, dan betul juga keesokan harinya mereka buka warung baksonya, seperti biasa setelah dhuhur mereka mulai berjualan.

Entah apa yang terjadi dan entah apa yang telah merasuki mereka, tiba-tiba warungnya tutup dan bolak balik dari warung kerumahnya, saya tidak tahu menahu apa penyebabya, hanya saja ada yang janggal dalam pikiran saya, kan tadi masih buka, kok tiba-tiba tutup lagi, jarak warung kerumahnya sekitar 500 meter.

Dua hari menjelang itu saya masih belum tau jawabannya, namun pada saat itu ada konsumen yang mau membeli bakso dan kebetulan tutup, akhinya mampir membeli mie instan ditoko saya, " mau beli bakso tapi tutup, ucap orang tersebut pada saya, "mengawali pembicaraan.

iya ya buk, kenapa tutup ya? saya tanya balik padanya
katanya gini, sambung orang itu, pada waktu buka yang terahir, semua menu sudah siap, segala macam bumbu bakso udah pada terjun di meja, kecap saos kini makin didepan, namun setelah semua pada siap siaga, dan ada satu orang pembeli yang datang.

Baksonya satu bungkus, kata pembeli, eh setelah dibuka itu rombong bakso, mengeluarkan bau tak sedap, pentol bakso sama daging sapinya meleleh, baksonya hancur, padahal baru dibuat, kenapa bisa begitu ya, kata pemiliknya.

akhniya sikonsumen gak jadi beli, semua bahan bakso dan kuahnya meleleh dan berlendir hingga mengeluarkan bau tak sedap. seperti bau bangkai.

Bergegaslah pemilik bakso menutup warungnya, semua pada pulang, dan menangis, serta berpikir apa yang sedang terjadi, daging sapi sudah tidak dapat dikonsumsi, padahal baru beli dipasar pagi harinya.

Namun ada saran tetangga yang mengetahui dengan kejadian tersebut, karena merasa sayang jika daging sapinya dibuang, kemudian tetangganya tersebut membekukan daging sapi dalam kulkas, namun apa yang tersejadi, semua isi kulkas menjadi bau dan amis, pokoknya semua bahan bakso dari daging sampai lontong pun tidak dapat dikonsumsi lagi, selain rugi mereka merasa ada yang tidak beres.

ada sebagian orang beranggapan jika hal ini  ada orang yang iri dan melakukan sihir terhadap warung baksonya, semua anggapan orang berbeda-beda tapi yang lebih familiar, warung bakso tersebut kena guna-guna., akhinya sampai sekarang warung bakso tersebut tutup.

Begitulah cerita kisah nyata yang terjadi di lingkungan rumahku. semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua.











Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler