-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Lebaran Kali ini !

Post a Comment
Gambar oleh congerdesign dari Pixabay
Sejenak rasa bahagia menghampiri jiwa ini, bersyukur sudah dapat menikmati Lebaran kali ini,
sanak saudara mulai berdatangan dengan jiwa mungil yang mulai satu persatu bersalaman, jiwa yang baru saja datang, terasa asing dan canggung untuk menyapa.

Suasana meriah menyambut pelukanku di pintu depan. sejak dulu lebaran yaah begitu saja, tentu saja aku lebih  menikmati di suasana sebelum lebaran.

di tahun sebelumnya aku lebaran menikmati liburan keluar kota, selain itu masa liburan banyak waktu luang yang tidak terpakai.

menikmati alam bebas membuat jiwa ini lebih tenang dengan riuh piuhnya angin disela pepohonan.
ingin misi ini cepat terselesaikan dengan dapat menikmati proses misi itu.

seperti biasa perjalanan memang memberi sensasi yang beda dengan suasana yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

sebenarnya ingin menikmati suasana bersama istri di saat bercanda bersama, makan duduk di meja makan.

wira-wiri jalanan hampir memenuhi badan jalan, sehingga tidak sedikit yang gugur dalam perjalanan.
sebenarnya apa sichh yang membuat orang terburu-buru dengan memacu kecepatan dalam kerumunan kendaraan, sehingga membuat nyawa mereka jadi terancam.

coba kita pahami sejenak "kenapa disaat lebaran tiba tingkat kecelakaan semakin meningkat.
kita hanya butuh kesadaran diri.

Sudah tidak asing lagi lebaran memang identik dengan orang yang bertunangan, katanya orang yang bertunangan senangnya nambah dua kali lipat.

tapi menurutku tidak, tunangan yang katanya di hari lebaran bahagia, namun tidak yang terjadi padaku, tunangan malah membawa badan ini capek lebih dari sekedar bekerja.

tunangan membuat sibuk dengan wira-wiri sanak keluarga, yang bahagia itu saat tunangan di mana kita saling tertawa lepas, bercanda, bermain seperti anak kecil.

Tunangan sama dengan pacaran, sama-sama berdosa jika belum di akad nikah, hanya saja tunangan lebih dekat dengan keseriusan, namun tingkat kesalahan pada tuhan juga semakin buruk.

Pendapat saya Tunangan tidak jauh dari kemaksiatan, karena di dalam pertunangan ada dua orang yang bukan Mahromnya lalu di ijinkan sama orang tuanya untuk berduaan, bahkan orang tuanyapun yang memaksa untuk hal itu, mustahil jika ada seorang muda-mudi berduan lalu mereka tidak melakukan hal lain.

Lalu bagaimana jalan keluar dalam hal ini yang sudah mendarah daging menjadi tradisi yang di minati. Sebaiknya dalam pertunangan hendaklah orang tua melarang  untuk menghindari dosa yang di anggap biasa.

Saya sendiri tidak terlalu setuju dengan pertunangan ala desaku yang menjadi tradisi orang jaman dulu, saya lebih suka dengan pertunangan yang tidak di pertemukan sama sekali kecuali sudah di akad nikah terlebih dahulu.

hanya saja seorang anak yang tidak mampu melerai kemauan orang tua mereka. 

Cobalah para orang tua yang harus merubah cara lama menjadi cara baru sesuai tuntunan Agama, bukan tradisi yang sudah basi di lestarikan menjadi aksi.

Semoga Lebaran kali ini menjadi awal yang baru, untuk menjadi yang terbaik dari sebelumnya.



 






Rofik86
Seorang yang berpegang teguh pada komitmen dan tentunya sangat setia pada seorang wanita

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
close