Gadis itu Bernama Yuliatin Ningsih

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Gadis itu Bernama Yuliatin Ningsih

,

Triprofik.com-Triakan anak sekolah membangunkanku pada lelap tidurku, pagi itu sinar mentari mulai mengintip dari tirai jandela lantai dua komprasi, suara motor wira-wira dijalanan mulai mendering serontak aku menggerakkan tubuhku yang masih dalam keadaan setengah sadar, aku mencoba melangkahkan kaki sedikit demi sedikit, setelah terpasang sandal jepit dikakiku, perlahan aku melangkah menuruni anak tangga menuju kamar mandi, sesekali aku bangun pagi dengan keramas dan mandi pagi agar terasa lebih segar dari biasanya.

Setelah selesai mandi aku memakai baju yang paling aku suka, dengan suara temenku mulai datang di lantai bawah, dia seorang kasir yang sekaligus ketua dalam siff-ku bertugas dikoprasi, cuaca dibulan juni mulai sedikit menurunnya curah hujan dan hampir tidak ada sama sekali, aku menyisir rambutku yang tidak terlalu panjang, dengan mengoleskan sedikit minyak rambut agar terlihat lebih keren dan coll.

Tepat pada jam 06:30 aku membuka gerbang depan dengan kasir Suryadi yang sudah stanbaye didepan komputer, aku melanjutkan membuka gerbang bagian utara koprasi agar terlihat terang dan sinar matahari perlahan mulai meninggi menyinari muka dari komprasi, sedikit demi sedikit anak kelas sekolah mulai berdatangan dengan berseragam pramuka, kebetulan hari sabtu yang merupakan hari terahir dalam bulan masehi.

Sesekali aku mencuri pandang, entah suatu kebetulan aku melihat seorang gadis dengan seragam pramuka sesekali dia memandangku dengan sedikit senyuman di wajahnya, aku kembali dengan hati dan pikiran masih tertuju pada gadis tersebut.

Jam kerja yang begitu singkat, pada jam 09 pagi anak sekolah mulai berdatangan mengunjungi komprasi untuk berbelanja kebutuhan sekolah atau hanya sekedar melihat-lihat barang baru, mungkin saja ada yang masuk kehati, hatiku berdebar kencang karena belum pernah sama sekali berbicara pada seorang gadis, apalagi dengan gerombolan yang mematikan mental lelakiku.

Pada dasarnya aku bekerja di koprasi karena memperoleh saran dari salah satu petugas kantor untuk melatih mentalku yang awalnya sangat tidak karuan alias penakut, aku tidak dapat beradaptasi dengan siapapun apalagi seorang gadis yang seumuran denganku, maka oleh sebab itu, aku didaftarkan untuk menjalani hidup dikoprasi supaya sedikit mengenal banyak orang dan belajar berinteraksi dengan siapapun.

Benar saja disaat anak sekolah menghampiriku untuk menanyakan suatu barang dikoprasi hatiku berdebar kencang serta mulut yang tak bisa bicara karena kaku serta grogi, sehingga aku seperti orang yang bisu tidak dapat bicara sepatah katapun, bahkan aku dianggap anak yang pemalu karena hanya memberikan senyuman.

Segerombolan anak sekolah yang kelompok lain mendatangi komprasi dan kebetulan waktu itu ada teman se kerjaku bernama Inung, dia sudah terbiasa menghadapi konsumen dari golongan anak sekolah, sambil sesekali bicara dengan seorang gadis yang kebetulan waktu itu aku tidak senaja memandangnya, inung berbicara dengan nada bercanda dan sesekali menggodanya.

ohhh kamu Yuli kata seorang petugas koprasi yang baru turun dari lantai dua, dia Saidi yang paling senior dikoprasi, pantas saja dia banyak kenal dengan anak sekolah disitu.

Semenjak itu aku mulai tau nama gadis yang tidak senaja aku tatap waktu pagi tadi, ada rasa tak menentu dalam hatiku disaat aku melihat senyuman gadis bernama Yuli tersebut, setelah pulang sekolah aku mencoba mencari tahu siapa nama lengkap gadis yang bernama Yuli itu, aku mencari informasinya melalui bangku dan denah kelas yang saat ini Yuli Tempati, sederatan bangku yang telah aku telusuri tidak ada nama Yuli, biasanya anak sekolah menuliskan namanya dibangku yang mereka tempati.

Namun aku tidak menyerah untuk mengetahui nama lengkapnya seorang Yuli, aku mencari daftar nama melalui kertas yang tertempel dengan judul denah kelas atau bangku yang masing-masing  mereka tempati, ternyata aku menemukan sebuah Nama yang berinisial Yuli dengan lengkap Yuliatin Ningsih, semenjak itu aku tahu nama lengkapnya.
Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler