Pentingnya Teori motivasi dalam belajar berprestasi

PERHATIKAN DAERAH SEKITARMU

Data Covid-19 Indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Postingan terbaru

Pentingnya Teori motivasi dalam belajar berprestasi

,
Triprofik.com-Motivasi dan Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat serta tidak menyusahkan orang lain. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidikan atau guru merupakan satu diantara sekian banyak unsur pembentuk utama calon anggota utama masyarakat. 


Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat sehingga menjadi penting pendidikan untuk mencetak manusia yang memiliki berkualitas dan berdaya saing. Dalam proses pembelajaran peserta didik tentunya adanya beberapa hal yang mempengaruhi seperti motivasi, hubungan peserta didik dengan guru, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan siswa menjadi faktor penting guru dalam proses pembelajaran.


Berbagai ahli mendefinisikan belajar sesuai aliran filsfat yang dianutnya, antara lain sebagai berikut:
Adapun Motivasi Menurut Mc. Donald dalam Sardiman A.M (2009: 73) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Motivasi adalah “pendorongan“; suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu, (NgalimPurwanto,1998:71).

Teori dan Pengertian motivasi menurut para ahli

Pengertian motivasi, yaitu: suatu tenaga atau faktor yang terdapat di dalam diri manusia, yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya, (Martin Handoko,1992:9).
Dengan demikian motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhanya, (Hamzah B.Uno, 2008: 3).
Motivasi adalah sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri
seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu
(Syaiful 2011, 148).
Menurut Ernes ER. Hilgard , mendefinisikan sebagi berikut: Seseorang dapat dikatakan belajar kalau dapat melakukan sesuatu dengan cara latihan-latihan sehingga yang bersangkutan menjadi berubah (Riyanto, 2002).
Menurut Cronbach menyatakan bahwa belajar itu merupakan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Menurut Cronbach bahwa belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami sesuatu yaitu menggunakan panca indra. Dengan kata lain, bahwa belajar adalah suatu cara mengamati, membaca, meniru, mengintimasi, mencoba sesuatu, mendengar, dan mengikuti arah tertentu (dalam Riyanto, 2002)
Menurut Tadjah, motivasi belajar adalah keseluruhan daya
penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,
menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada
kegiatan belajar itu, demi mencapai suatu tujuan (1994: 102).



Asal muasal Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa latin Movere yang berarti dorongan, daya penggerak atau kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau perbuatan. Dimana yang dimaksud dengan dorongan ialah mendorong seseorang untuk menjadi berhasil dari apa yang menjadi tujuannya. Sedangkan belajar ialah  proses jangka panjang yang dialami manusia dalam rangka interaksi dengan lingkungan  dan memenuhi kebutuhannya. Motivasi ini dibagi menjadi dua bagian yaitu  motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
1.Motivasi Intrinsik ialah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Itulah sebabnya Motivasi Intrinsik dapat juga disebut sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan aktivitas belajarnya.
  • a.Teori Kebutuhan (Abraham Maslow)
  • Teori motivasi Maslow dinamakan “A theory of human motivasion”. Teori ini mengikuti teori jamak, yakni seorang berperilaku/bekerja karna adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan. Abraham Maslow berpendapat kebutuhan yang diinginkan seseorang berjenjang artinya bila kebutuhan yang pertama telah terpenuhi, maka kebutuhan tingkat yang kedua menjadi yang utama. Selanutnya jika kebutuhan tingkat kedua telah terpenuhi maka muncul kebutuhan tingkat ketiga dan seterusnya.
  •  
  • b.Teori kebutuhan berprestasi (McCelland)
  • Dari McCelland dikenal dengan teori kebutuhan untuk mencapai prestasi yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.
  •  
  • c.Teori Clyton Alderfer (ERG)
  • Dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf utama dari tiga istilah yaitu: E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhan untukberhubungan dengan pihak lain), dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan). Teori Alderfer memiliki pandangan yang didasarkan pada sifat pragmatism oleh manusia. Artinya, karna menyadari keterbatasannya seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.


2.Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsinya karna adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas dimulai dan diteruskan berdasarkan golongan dari luar yang tidak berkaitan dengan dirinya.

  • a.Teori Harapan
  • Dikalangan ilmuwan dan para praktisi manajement sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karna penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian tentang membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannya itu. Penekannan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya apalagi untuk memperolehnya.
  •  
  • b.Teori Dua Faktorb (Herzberg)
  • Teori yang dikembangkan oleh Herzberg ini dikenal dengan model dua faktor dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hyegiene atau pemeliharaan. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik yang berarti bersumber dari dala, diri seseorang dalam kehidupan seseorang.
  •  
  • c.Teori Keadilan
  • Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterimanya tidak memadai.

3.Prinsip-prinsip Motivasi Belajar.
Tidak seorangpun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar.

  • a.Motivasi sebagai dasar penggerak yang biasa mendorong aktivitas belajar.
  • Seseorang melakukan aktivitas belajar karna ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar.
  •  
  • b.Motivasi intrinsik lebih utama dari pada motivasi ekstrinsik dalam belajar.
  • Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu diluar dunia, selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental, berharapan, dan mudah terpengaruh terkenal. Oleh karena itu, motivasi instrinsik lebih utama dalam belajar.
  •  
  • c.Motivasi berupa pujian lebih baik dari pada hukuman.
  • Meski hukuman tetap di berlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik,tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian setiap orang senang di hargai dan tidak suka di hukum dalam bentuk apapun, memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain.hal ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya.
  •  
  • d.Motivasi dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar.
  • Anak didik yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin bahwa belejar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari-hari mendatang.



  • e.Motivasi Melahirkan Prestasi dalam Belajar
  • Dari berbagai hasil pengetahuan selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi  selalu di jadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seaeorang anak didik.


4.Fungsi Motivasi dalam Belajar
Hasil belajar akan lebih optimal apabila ada motivasi. Sudirman (2009: 85)

  • a.Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi di sini diartikan sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dilakukan manusia.
  •  
  • b.Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
  •  
  • c.Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

5.Bentuk-bentuk motivasi dalam belajar.

a.Motif-motif bawaan
  • Motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari.
  •  
  • b.Motif-motif yang dipelajari
  • Maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari. Motif-motif ini seringkali disebut dengan motif-motif yang disyaratkan secara sosial sebab manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan sesama manusia lain, sehingga motivasi itu terbentuk.
  •  
6.Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Upaya meningkatkan motivasi belajar anak dalam kegiatan belajar di sekolah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru. Diantaranya adalah:

  • a.Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat.
  •  
  • b.Pujian Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
  •  
  • c.Hukuman. Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsipprinsip pemberian hukuman tersebut.

KESIMPULAN
Motivasi yang diberikan kepada siswa atau peserta didik sangat berpengaruh terhadap proses kegiatan belajar mengajar, dimana motivasi itu berfungsi untuk membangkitakan semangat belajar siswa, sehingga siswa dapat berprestasi dan bisa berhasil untuk bisa mencapai tujuannya, tujuan yang lebih baik lagi untuk masa depan siswa. Tanpa adanya motivasi maka kegiatan belajar tidak terlalu maksimal, sehingga seorang siswa diperlukan untuk diberi motivasi oleh seorang guru ataupun teman dan orang tua. 











E.     Daftar Pustaka
Riyanto,Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta. Kencana.
Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. PT.Rineka Cipta.
https://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/4058/Bab%202.pdf?sequence=7
http://digilib.uinsby.ac.id/9766/4/bab%202.pdf
http://eprints.uny.ac.id/18236/3/BAB%20II.pdf
http://svenroberthsen.blogspot.com/2013/10/teori-motivasi_4318.html

MOTIVASI BELAJAR

MAKALAH
Dosen Pengampu:
MUHAMMAD RIDWAN ARIF, S.Pd.I, S.Pd, M.Pd.

Oleh:
DEWI NOVITA SARI
JANNATUL HUSNAH

BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI)
INSTITUT AGAMA ISLAM AL-FALAH AS-SUNNIYYAH (INAIFAS)
Kencong – Jember
2018
Mungkin Anda Juga Ingin Baca

TerPopuler